Wednesday, 3 June 2015

al-muhyi

Buat kamu yang aku sayangi, 
para pejuang di jalan cinta ini. 



"Teruslah melangkah di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban,
menyeru pada iman,
walau duri merantaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak,
sampai engkau lelah,
sampai engkau payah,
sampai keringat dan darah tumpah.
tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum di jalan cinta para pejuang"


Salim A Fillah - Jalan Cinta Para Pejuang 

Thursday, 14 May 2015

Entri.random.tapi.ada.jalannya.

Dua tiga menjak berlalu, aku jadi makin sakit perasaanku. Aku jadi makin fragile. Bila dengar di situ punya alasan, di sana punya alasan. Aku jadi stress. Aku jadi cepat marah. "Habis sapa nak buat semua benda ni?!" 
-----------------------------------------------------------

Dalam minggu itu, setiap hari mesti ada satu masa airmata aku gugur. Mesti. "I cannot bear this anymore! Aku penat!". Hati aku dah tak dapat menahan beban ini. 

Be in my shoes, please. Be in my shoes. 

Setiap malam kau tidur lewat tak punya masa untuk belajar.
Setiap hujung minggu kau punya program untuk dibantu. 
Mungkin ada masanya aku kelapangan waktu, namun bukan selalu. 

Tapi aku tak pernah sedih dengan keadaanku. Kalau dulu, mereka yang berjuang berkorban ada bersama di sekitarku. Kita melihat dia payah, dia melihat kita payah. Maka kita sama-sama pikul beban ini dan sama-sama melampiaskan semangat juang. Saling menguatkan. 

Tapi itu semua sudah tiada. Lama sudah tiada. Sekarang mungkin ada, cuma mungkin aku yang buta. 

----------------------------------------------------------

Airmataku tak dapat dibendung. Ya Allah telah aku pulangkan semula segala kesedihanku kepadaMu. Kesedihan terhadap para pejuangmu. Aku butuh telinga yang dapat menjadi reservoir hamburan perasaanku ini. Aku butuh mulut yang dapat menenangkan dan mewaraskan balik diriku ini. 

"Awak, bila awak free? Akak perlukan seseorang utk bercakap." 
"Bila akak nak jumpa? Saya ada kelas kejap lagi pukul 2 pm."

Kasihan pula aku dengan ukhti sorang ini. Dahla ujiannya berat juga, aku pulak ingin menambah bebannya. Memang lumrah diriku selalu tak nak susahkan manusia padahal mereka sedia saja membantu. 

"Takpelah, akak seganlah pulak nak cakap dengan awak." 

Di saat diri ini, hanya Allah sahaja yang dilihat sekarang ini. Tiada manusia lagi. Lantas, ditarik beg, dimasukkan AlQuran & buku pinjaman seorang ukhti. Dipakaikan jaket kegemaran ber-hoodie, kemudian terus menuju ke taman yang disukai. 

Mencari spot yang kurang dilihat manusia, aku duduk situ berdiam diri. Semua benda aku hamburkan sekali. Airmata, hingus, lendir dan entah apa lagi. Mujur ada toilet roll yang sempat digapai sebelum keluar rumah tadi. Dalam hati, aku meminta kuat pada Ilahi; "Ya Allah berikan aku jalan keluar daripada masalah ini!" 

Setelah penat melepaskan segala kedukaan, aku membuka Al-Quran ungu pemberian ibuku. Memang sudah menjadi kegemaranku, bila aku berduka, aku sangat mengharapkan Allah menunjukkan jalan atau memberi motivasi melalui kata-kataNya. Kubuka buku itu dengan randomnya. Surah al-Hijr. Kubaca keseluruhan ayat dalam surah itu. Tiba-tiba, bacaanku terhenti pada hujung surah itu. 

"Dan demi sesungguhnya Kami mengetahui, bahawa engkau bersusah hati dengan apa yang mereka katakan." 

"Oleh itu, bertasbihlah engkau dengan memuji Tuhanmu, serta jadilah dari orang-orang yang sujud." 

[15:98-99]

Tepat kena pada keadaanku. Tapi, kenapa Allah suruh aku sujud kepadaNya dan bukannya pergi selesaikan masalah ini dengan mereka? Aku tertanya-tanya. 

Kemudian, aku membuka buku pinjaman ukhti seorang ini dan aku meneruskan pembacaan pada tempat yang aku tinggalkan dahulu. Makin lama dibaca seperti makin diberi jawapan. Aku jadi terharu meneliti perenggan ini. 

"Dimensi tarbiyah ruhiyah yang berhubungan dengan supply energi berhubungan dengan fungsi iman di dalam diri kita yakni: pertama, bagaimana iman mampu membuat kita kuat untuk menjalankan syariat yang berisi beban-beban yang bertingkat-tingkat, ada yang wajib dan ada yang sunnah. Jumlah beban syariat sangat banyak, sehingga kita membutuhkan supply energi yang memadai untuk bisa melaksanakannya. Parameter pertama untuk mengukur apakah efek tarbiyah ruhiyah itu kuat pada dimensi supply energi adalah sejauh mana kita kuat dan konsisten memikul beban yang setiap waktu bertambah." 

Nah, inilah jawapannya! Aku jadi lega dan insaf. Apa mungkin semua ini kerana tarbiyah ruhiyahku yang lompong. Memang benar apa yang dikatakan oleh Anis Matta dalam ucapannya yang dibukukan ini, aku sendiri reflek, makin lama dakwah menuntut banyak benda dari aku, banyak demand utk energy output aku tapi macamana dengan energy input-ku? 

Astaghfirullah, diri sendiri menjadi kelu. Memang teruk, aku selama tak serius dengan mutabaah amalku. Padahal, aku selalu mengingatkan mereka betapa pentingnya mutabaah amal tapi diri sendiri tak ambil serius, menggunakan alasan sibuk untuk menyedapkan hati. 

-------------------------------------------------------

A : "Kita boleh pilih untuk give up atau fight, moga Allah bantu kita untuk mujahadah. Bila semua makin susah, aku jadi teringat kenapa aku nak jalan ni. Kenapa kita nak susah ni. Dan itulah cara untuk Allah buat kita makin tunduk pada Dia. Jaga mutabaah amal sungguh2. That includes hafazan. Surah mana sekarang?"

 B: "Masih di surah nuh & mudatssir" 

A: "Kita usaha sama2" 

Bila mana dua-duanya lemah membutuhkan semangat jihad kemudian saling melahirkan perasaan jihad biarpun sedikit, itulah yang paling me-refresh-kan jiwa. Hati jadi makin bersungguh walaupun sedikit bekalannya. 

----------------------------------------------------- 
Di setiap kesusahan itu punya manisnya yang Allah ingin berikan. Ya Allah, aku takkan berputus asa denganMu. Tsabatkan aku di jalan ini sehingga aku syahid! Aminn ya Rabb. 

Saturday, 28 March 2015

tres.super!



Growing Pains by Boona Mohammed

Those who criticize my generation forget who are the ones who raised us 
Produced kids who popping razors scrapping their veins open like erasers 
Trying to erase all the pain and shame of delinquent teenagers
On call with drugs and alcohol having a ball while our species is endangered 
Because in this day and age you are nothing but a facebook page,
A retweet of nothing sweet, a selfie inside a cage 

Living in a material prison, a 16x9 cell of whatever your TV will sell 
Everybody wants to be somebody but nobody wants to be themselves 
We ignore the ones who adore us and adore the ones who ignore us
We are only Muslims by name, so long as immigration won’t deport us 

I’m sorry Mr. Politician; I didn't mean to look so different 
I know my parents have a funny accent but I’m just working with what I was given 
You see we moved to these lands to escape from poverty and persecution 
But colonization of my nation kind of left the promise lands looking like an illusion 

And I don’t know what I’m doing, where I’m from or where I’m going 
You see I wanted to go to school but the class they put me in is boring 
They told me that I have special needs, and that my grades ain’t that important 
But they don’t know I could flip trees, and by 3, buy me a pair of Jordan’s 

And I don’t even want to play the race card, cause I ain’t even a fan of poker
But every time I visit jails, it looks like the coloured people taking over 
But as I’ve grown older, I’ve realized what’s most important 
And I don’t ask Allah for less tests, I ask Allah for bolder shoulders 
Because inside of every tear is a moment most sincere to God 
The help of Allah is near, but how near are you to Allah?

Because in order to be free, you must escape from the prison of your desires
And speak only when your words are more beautiful than silence
Make friends with the Qur’an because it is a book of guidance 
Embody the message of messengers, and stand tall like Dawood did to Giants 

I was looking for faults, and so I started in the mirror
And I realized real hommies, are those who want to be hommies in Jannah
And even though people are complicated, Islam is real simple 
You see Allah gives us so much, but yet we thank Him so little

And even liberals see my sisters wearing Hijab’s as criminals 
But I see every covered girl as a cover girl so take cover girl 
And forgive your enemies but never forget what they have taught you
And know that those who gossip with you will one day gossip about you

They tell me I should rap to the youth although my poetry is spoken 
I tell them my tongue is a loaded gun, and I am careful where I point it
And I ain’t trying to give advice that I haven’t acted upon myself 
Cause everybody wants to change the world, but nobody wants to start within themselves
But from what I can tell, the signs are clear; the end of time is near 
And behind every wrinkle on the faces of our elders, lies wisdom beyond our years
If only we would take a moment to attain all that they made 
One generation plants a seed, so that the next can receive the shade

People ask me what changed, but wallahi akhi nothing really,
I just began to see this world as a traveler and I’m moving quickly 
On my way into my grave, to the earth where everyone will sleep 
Cause the angel of death is a celebrity everybody’s dying to meet 

People say they are just "killing time" but really time is just killing you
And your life is nothing more than all the paths and roads that you will choose 
Even a man who killed 99 people and repented to Allah was excused 
So if you say your heart has grown distant from Allah, then ask yourself who moved?

Growing up is painful, but you can’t stay small forever
Everybody wants a rainbow, but ain’t prepared for bad weather 
So never ever let the devil make you sad at who you are 
Cause only in your darkest hour can you see the brightest stars

Some of the best lessons in my life, were learned at the worst times
But I wouldn’t change a thing except my patience in the divine 
Because if Allah brings you to it, than He will bring you through it
Just have patience and pray, trust me, I’m living proof of it